HUT ke-14 Gladiool IVF, Puluhan Pasangan Antusias Ikuti Seminar Bayi Tabung di Magelang

Perjalanan menuju kehadiran seorang anak memiliki arti tersendiri bagi setiap pasangan. Dalam merencanakan kehamilan, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan teknologi bayi tabung dapat membantu pasangan mengenali pilihan penanganan yang tersedia.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14, Gladiool IVF menggelar seminar awam bertajuk “Intervensi Minimal, Hasil Maksimal”.

Acara berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Hotel Artotel Magelang. Sebanyak 56 pasangan suami istri hadir untuk mengikuti seminar tersebut.

Antusiasme terhadap acara ini terlihat dari kehadiran peserta yang datang dari kawasan Magelang hingga berbagai daerah di luar Jawa Tengah.

Para Dokter Berbagi Wawasan tentang Fertilitas dan IVF

Menurut Ketua Panitia, dr. Markus Christian Hartanto, Sp.And., M.HART., seminar ini dirancang untuk memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya pasangan usia produktif yang sedang merencanakan kehadiran anak.

​”Sasaran utama kami adalah pasangan suami istri usia produktif. Kegiatan ini diikuti oleh 56 pasangan dan dikemas interaktif melalui pemaparan materi medis, diskusi panel, serta sesi tanya jawab,” terang dr. Markus.

Rangkaian acara mencakup presentasi dari sisi medis, diskusi bersama para narasumber, serta kesempatan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan.

Acara dibuka oleh Direktur RSIA Gladiool, dr. Tri Juli Wati, M.P.H., bersama co-founder Gladiool IVF, Prof. Dr. dr. Dicky Moch Rizal, M.Kes., Sp.And., Subsp. F.E.R.

Diskusi dipandu oleh dr. Doddy Sutanto, Sp.OG (K) F.E.R., dengan menghadirkan dua narasumber.

dr. Lydia Olivia, Sp.OG, FESICOG, membawakan materi “Intervensi Minimal, Hasil Maksimal Memilih Strategi Promil yang Tepat, Efisien dan Terjangkau”.

Sementara itu, dr. Markus Christian Hartanto, Sp.And., M.HART., mengangkat topik “Sperma dan Bayi Tabung: Apa yang Perlu Dipersiapkan Calon Ayah?” untuk membahas hal-hal yang perlu diketahui calon ayah dalam program bayi tabung.

Infertilitas merupakan kondisi ketika pasangan belum mengalami kehamilan setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

Penyebabnya dapat melibatkan aspek kesehatan reproduksi dari pihak pria, wanita, maupun keduanya.

Keseruan seminar semakin bertambah dengan pembagian doorprize menarik bagi para peserta. Beragam hadiah spesial telah disiapkan, mulai dari:

  1. Gratis tindakan ET/FET senilai Rp13.500.000
  2. Gratis tindakan OPU senilai Rp13.500.000
  3. Gratis konsultasi online bersama dr. Doddy Sutanto, Sp.OG (K) FER
  4. Gratis konsultasi online bersama dr. Markus Christian Hartanto, Sp.And, MHART
  5. Gratis konsultasi online bersama dr. Lydia Olivia, Sp.OG, FESICOG
  6. Gratis konsultasi online bersama dr. Seso Sulijaya, Sp.And, MM
  7. Gratis menginap di Hotel ARTOTEL Magelang, kamar Superior termasuk sarapan (breakfast)

Pembagian doorprize ini menjadi bentuk apresiasi kepada para peserta sekaligus menambah antusiasme dan kemeriahan acara seminar.

Mengenal Metode RFA dan Skleroterapi, Langkah Menuju Hasil IVF yang Lebih Optimal 

Salah satu materi yang dibahas dalam seminar adalah perkembangan pendekatan minimal invasif untuk menangani masalah infertilitas pada wanita.

dr. Lydia Olivia menjelaskan dua metode yang menjadi bagian dari pembahasan tersebut, yaitu radiofrequency ablation (RFA) dan skleroterapi.

RFA menggunakan energi radiofrekuensi terukur untuk menghancurkan jaringan miom rahim tanpa memerlukan sayatan operasi. Metode ini dibahas dalam penanganan miom rahim (myoma uteri) dan endometriosis.

Prosedur tersebut memungkinkan waktu pemulihan pasien menjadi lebih singkat.

Sementara itu, skleroterapi dilakukan dengan menyuntikkan cairan etanol steril ke jaringan kista cokelat ovarium. Metode ini menjadi alternatif terhadap operasi pengangkatan kista konvensional.

Pendekatan tersebut bertujuan meminimalkan kerusakan jaringan ovarium yang sehat. Hal ini penting bagi pasien dengan cadangan sel telur (ovarian reserve) rendah maupun pasien yang memiliki riwayat operasi berulang.

Keberhasilan IVF Gladiool Mencapai 69%

Dalam seminar tersebut, turut disampaikan capaian program bayi tabung Gladiool IVF pada 2026.

Tingkat keberhasilannya mencapai 69%  per transfer embrio untuk kelompok usia di bawah 40 tahun.

Capaian ini didukung oleh penerapan pendekatan minimal invasif, kedisiplinan skrining sperma calon ayah, serta ketepatan penggunaan protokol stimulasi Ananda.

Informasi tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai perkembangan layanan fertilitas dan bayi tabung yang diperkenalkan kepada masyarakat.

Memperluas Edukasi Fertilitas di Magelang

Dalam peringatan HUT ke-14 ini, Gladiool IVF membawa tiga misi utama.

Pertama, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknologi reproduksi berbantu.

Kedua, mempererat hubungan antara tim medis dan masyarakat di Magelang serta Jawa Tengah.

Ketiga adalah memperkenalkan layanan IVF Gladiool dengan perhatian pada aspek keamanan, biaya yang terjangkau, serta pendekatan medis yang meminimalkan intervensi.

Melalui seminar ini, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh informasi seputar infertilitas, kesehatan reproduksi pria dan wanita, serta pendekatan yang dibahas dalam program bayi tabung.