Our programs

PROGRAM IVF YANG MENYESUAIKAN KEBUTUHAN MASYARAKAT

Gladiool IVF mempunyai program yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya Magelang dan sekitarnya.

Menurut pendapat kami, program pelayanan bayi tabung seharusnya tidak menyulitkan, rumit, mengandung risiko atau mahal.

Seperti kita ketahui, program pelayanan bayi tabung pada umumnya,  didahului dengan penentuan protokol yang membebani pasien dengan obat yang bermacam-macam dan program suntikan setiap hari, monitoring yang berulang, serta dapat menempatkan pasien dalam risiko efek samping yang kita kenal dengan OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome).  Akibat dari protokol semacam ini akan menempatkan pasien pada tingkat stress yang tinggi, bahkan frustrasi bila terjadi kegagalan, serta tentu saja melibatkan biaya yang besar.

Dengan semangat untuk memberikan ‘kesempatan’ bagi para pasangan infertil untuk mendapatkan pelayanan bayi tabung, maka dengan berbagai pertimbangan kami menyusun beberapa program dasar IVF kami, yaitu :  :

1. Natural cycle / Siklus Alami.

Dengan siklus alami, maka telur didapatkan melalui pengambilan dari folikel (kantung sel telur) yang secara alamiah dimiliki setiap masa subur dari seorang wanita yang masih subur.  Dengan metode ini maka tidak diperlukan pemberian hormon yang banyak,  yang biasanya bertujuan mendapatkan sebanyak 10-15 telur untuk dilakukan fertilisasi.  Jumlah suntikan dan monitoring (pemeriksaan dengan dokter) ke rumah sakit secara drastis berkurang, efek samping berkurang, dan tentu saja biaya juga berkurang. Semakin banyak pasangan infertil memilih metode ini, meskipun keberhasilan pada program ini lebih rendah dari ‘protokol panjang’ tapi pada jangka panjang dan dengan pengulangan siklus  menjadi tidak bermakna.

2. Intra cytoplasmic sperm injection (ICSI)

yaitu menyuntikkan 1 sperma ke dalam sel telur agar terjadi pembuahan.  Dengan ICSI maka hanya dibutuhkan 1 sperma untuk membuahi sel telur.  Suami infertil dengan faktor sperma yang berat mendapat manfaat yang tinggi dengan cara ini.

3. Single embryo transfer (SET).

Salah satu keprihatinan dalam dunia bayi tabung adalah kehamilan ganda atau lebih.  Kehamilan kembar adalah suatu efek samping yang harus dihindari, karena memberikan efek yang lebih buruk terhadap ibu, janin dan keluarga, dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Dengan transfer embryo tunggal maka risiko ini dapat diminimalisir hingga mendekati nol. Di banyak negara Eropa, dan Jepang, SET adalah suatu keharusan, dan di sebagian besar negara, memasukkan jumlah embryo dibatasi tidak lebih dari 3.

4. Invitro Maturation (IVM).

Program IVM kami tujukan bagi para wanita yang mengalami PCO/PCOS (polycycstic ovary syndrome). PCOS diderita sebagian wanita dengan gejala infertilitas, obesitas, haid yang tidak teratur, serta banyak rambut yang tumbuh termasuk kumis, dan kebotakan. Dalam indung telurnya terjadi kesulitan pematangan telur sehingga banyak timbul folikel, namun membutuhkan waktu yang panjang untuk terbentuk folikel dominan.  Dalam kata lain terlalu banyak kantung telur yang ‘setengah matang’ dan tidak ada yang berhasil matang, sehingga ovulasi tidak terjadi.  Dengan IVM maka telur-telur setengah matang diambil dari folikel-folikel tadi, dan dimatangkan selama beberapa waktu di dalam laboratorium. Setelah cukup matang maka telur dibuahi, dan setelah terbentuk embryo dimasukkan ke dalam rahim seperti IVF yang lain.

Pada dasarnya hampir semua protokol yang ada, baik itu Long protocolAntagonist protocol, IVM, Natural Cycle, mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing, dan tidak ada satupun protokol yang cocok untuk semua orang. Oleh karena itu kami tetap membuka diri untuk berdiskusi bila anda mempunyai pendapat yang lain.