Seminar bayi tabung “Simple and Affordable IVF”

Dalam rangka Hari Ibu, Layanan Fertilitas dan Bayi Tabung Gladiool IVF mengadakan Seminar untuk awam bertemakan “Simple and Affordable IVF” atau Program Bayi tabung yang simple dan terjangkau. Menampilkan narasumber : Dr. Doddy Sutanto, SpOG(K)Fer; DR. Dr. Dicky Moch Rizal SpAnd(K), FIAS, AIFM, dan Dr. Yunita Erlina SpOG.

Seminar ini di selenggarakan di Seminar Room Hotel Grand Artos Aerowisata Magelang, hari Minggu, 22 Desember 2019, pukul 09.00-13.00.

Dengan kontribusi sebesar Rp.250.000,- peserta akan mendapatkan materi seminar, kesempatan tanya jawab, snack, goodie bag, makan siang di restoran hotel, serta voucher potongan biaya tindakan IVF senilai 2 juta rupiah. Testimoni dari pasangan yang telah berhasil program juga akan ditampilkan pada acara ini.

Segeralah daftarkan diri anda karena tempat terbatas.


Laparoscopy surgery, mild stimulation IVF and then delivery by caesarean section

Posted on 12 April 2019by dr.D

Hallo pembaca, hari ini (Jumat 12 April 2019, pk. 08.40 WIB) telah lahir bayi kembar, dari pasangan pejuang tangguh Ny. DR (35th) dan Bpk. AR. Simaklah bagaimana perjuangan mereka memetik hasil menggembirakan ini.

Kedua bayi ganteng ini lahir secara bedah sesar di RSIA Gladiool Magelang.  Bayi pertama  (sang kakak) mempunyai berat 2.450 gram, dan si adek 2.950 gram. Persalinan SC ini ditangani oleh dr Yunita Erlina, SpOG, dr. Chrisna Hendarwati, SpA, dan dr. Tatang Kurniawan, SpAn.

Pasangan yang berbahagia bersama dr. Yunita Erlina, SpOG.

Terapi Fertilitas yang komprehensif.

Cerita panjangnya bermula sejak pasien didampingi suami mendatangi Gladiool IVF untuk  melakukan promil setelah 16 tahun penantian. Pada pemeriksaan menyeluruh, didapatkan bahwa kista coklat (endometriosis) telah menjadi penyebab utama infertilitas.  Pengangkatan kista dilakukan dengan bedah laparoskopi, karena dengan teknik bedah invasi minimal (sayatan hanya 1 cm) ini merupakan metode bedah yang lebih baik daripada bedah laparatomi (membuka perut dengan sayatan lebar).

Bedah laparoskopi dilakukan oleh team bedah laparoskopi dipimpin oleh dr. Yunita Erlina, SpOG, di RSIA Gladiool , dan dilanjutkan terapi hormon selama 3 bulan.   Selanjutnya pasien siap dengan program bayi tabung.

Selanjutnya, adalah tahap yang penting menentukan jenis program IVF yang akan dilakukan. Program IVF yang terpilih adalah stimulasi ringan dengan kombinasi. Yaitu stimulasi ovarium dengan menggunakan klomifen sitrat selama  5 hari dan  dikombinasikan dengan suntikan FSH 75 sebanyak 3x).

Program pertama belum berhasil membuahkan embryo yang sehat, sehingga diputuskan untuk tidak melakukan transfer embryo.

Pada program kedua, didapatkan 3 embryo cantik yang siap ditanam. Thanks to embryo team (dr.Dicky, dr. Yuda, dan dr. Ayu) yang telah merawatnya selama 4 hari di laboratorium

kembar/

Embryo transfer dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2018 (hmmm … tanggal cantik dan tanggal keberuntungan juga ). Daaaan… hasil laboratorium pada tanggal 30 Agustus 2018 menunjukkan terjadinya kehamilan.

Jadi, untuk anda pasangan yang masih dalam tahap berusaha, janganlah menyerah, dan tetaplah berusaha. Dengan persiapan IVF yang tepat,  semoga perjuangan anda juga dapat membuahkan hasil yang manis seperti pasangan ini. Amiin

Bila anda memiliki pertanyaan atau komentar, silakan cantumkan di kolom yang tersedia yaa…

Team GIVF

Berita terkait :https://www.krjogja.com/berita-lokal/jateng/kedu/17-tahun-menanti-pasangan-ini-dikaruniai-anak-


Success Rate, GIVF 2018

Pembaca  yang berbahagia,

Setiap tahun, setiap klinik bayi di Indonesia diwajibkan melaporkan kinerja masing-masing ke organisasi klinik dan praktisi bayi tabung Perfitri (Perhimpunan Fertilisasi Invitro Indonesia), tidak terkecuali klinik bayi tabung Gladiool IVF yang telah melaporkan secara rutin sejak 2012.

Pada tahun ini kami dengan bangga melaporkan hasil kinerja tahun 2018, yang di dalamnya tertuang data, yang ingin kami bagikan kepada anda.

40%

Sepanjang tahun 2018, kami mendapatkan keberhasilan (success rate) untuk seluruh kelompok umur sebesar 29%.  Success rate tertinggi di peroleh dari kelompok umur kurang dari  35 tahun, yaitu sebesar 40% per embryo transfer.

Bila kita menggunakan batasan di bawah 37 tahun maka angka menjadi lebih rendah yaitu 36%, dan bila di bawah 40 tahun,  angka keberhasilan semakin menurun menjadi 31%.

Kehamilan tersebut dihitung dengan mengikutsertakan semua jenis stimulasi ovarium (siklus natural, clomifen sitrat, kombinasi dan protokol antagonis), seperti yang ada pada protokol di GIVF.  Fertilisasi sebagian besar dilakukan secara konvensional (non ICSI) dan fresh embryo transfer pada hari ke 2 sampai 5 perkembangan.

Hasil tersebut tidak berbeda dengan evidence base selama ini kita ketahui bersama, bahwa usia istri sangat menentukan keberhasilan program infertilitas termasuk IVF.   Semakin tinggi usia, kemungkinan terjadinya keberhasilan akan semakin rendah, dan penurunan drastis sudah dimulai sejak usia 35 tahun. Fenomena ini sangat berkaitan dengan kualitas oosit (keutuhan kromosom di dalam inti sel telur) yang semakin menurun dengan bertambahnya usia.

sr maternal

 

Data diperoleh dari CDC, USA, 2008 (https://www.researchgate.net/figure/ART-success-rates-in-the-United-States-2008-CDC-report-9-Over-the-age-of-35-years_fig1_233483487)

Kesimpulan yang kita dapatkan : Bila anda dan pasangan anda memerlukan penanganan bayi tabung, janganlah membuang waktu, karena waktu berjalan terus, demikian pula jam biologis anda. Kami akan selalu siap kapan anda membutuhkan pelayanan,  namun telur anda tidak dapat menunggu lama.

Bila anda membutuhkan keterangan lebih lanjut mengenai persiapan bayi tabung, silakan klik tautan ini : Persiapan bayi tabung di GIVF, atau silakan hubungi kami di telepon  0293 367800.

Salam,

Team GIVF, Januari 2019


Kabar-kabar membahagiakan di awal tahun baru 2019.

"All our dreams can come true if we have the courage to pursue them"

Kepada pembaca yang budiman, kami dari team Gladiool IVF mengucapkan Selamat Tahun Baru 2019, semoga di tahun ini kita diberkati dengan kesuksesan dan kebahagiaan.  Beberapa kabar istimewa datang dari pasien-pasien, dan juga kabar kesaksian Michelle dan Barack Obama dalam menjalani IVF.

1.Keluarga Danu bersama putra kebanggaan Kristoff mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru. Silakan menyimak pengalaman mereka bersama GIVF dengan mengklik link ini : Puji Tuhan …

2. Ny. R & Tn. A, Pasien dengan amenorea hypogonadotropin hypogonadism, berhasil hamil melalui IVF di Gladiool-IVF. Setelah mendapat induksi hormon FSH dan LH dosis rendah, pasien mendapat transfer 3 embryo cantik yang berasal dari 6 oosit (pembuahan konvensional).  Kabar menggembirakan datang, kehamilan sehat usia 7 minggu, menghapuskan semua jerih payah lelahnya bolak balik berhari-hari dengan jarak tempuh 2 jam menuju ke RSIA Gladiool Magelang.

3. Ny D & Tn X. Mengalami infertilitas selama 12 tahun tidak menurunkan semangat pasangan ini untuk mengikuti IVF dengan indikasi OAT berat.  Protokol IVF antagonis menjadi pilihan mengingat pasien berusia lebih dari 34 tahun, ditambah dengan masalah sperma yang berat. Saat ini kehamilan sudah berkembang menjadi 9 minggu, dengan hasil USG menunjukkan janin tunggal dan sehat.

4. Ny. A & Tn D.  Protokol IVF Kombinasi di Gladiool-IVF mendapatkan 3 oocyte matang. Fertilisasi yang dilakukan secara konvensional membuahkan 1 embryo. Pada hari ke 3 kultur, perkembangan embryo sampai pada tahap 8 sel, blastomer simetris dan ukuran blastomer merata, serta fragmentasi minimal. Hasil bhcg (12 hari pasca ET) sebesar 628 mIU/mL menunjukkan terjadinya kehamilan secara biokimia.  Selamat kami ucapkan kepada pasien yang datang dari Jawa Barat.

5. Tahukah anda bila Michelle Obama dan Barack Obama juga mendapatkan kedua anak perempuan mereka melalui IVF ? Ya benar, dan meskipun pengalaman menjalani IVF adalah tidak mengenakkan dan bahkan terkadang membuat frustrasi, namun beliau rela mengungkap pengalaman tersebut belum lama ini. Banyak yang menilai pengakuan tersebut menunjukkan kerendahan hati dan kebaikan hati mereka.  Michelle tidak harus membagikan pengalaman sedih itu, namun beliau mau, agar banyak pasangan mendapat inspirasi dan termotivasi untuk selalu berusaha yang terbaik selama masih ada kesempatan. Silakan simak selengkapnya di sini


Masha yang cantik… hampir berusia 3 tahun

Tak terasa 3 tahun berlalu dengan cepat.
Bahagia sekali GIVF mendapat kunjungan ibu P* dan putrinya yang cantik, Masha (sang ayah terinspirasi dari film ‘Masha and the Bear’).
Gadis cilik yang imut dan lucu ini merupakan GIVF Baby yang lahir tahun 2015, hasil program IVF siklus alamiah.

Berikut ungkapan rasa syukur sang ibu ketika adik Masha lahir.. https://gladioolivf.wordpress.com/2015/11/12/givf-6/

Semoga program yang akan datang sukses lagi ya, Bun.


Memprediksi kehamilan dan jumlah embryo.

β-HCG darah pada hari ke-12 post embryo transfer, untuk memprediksi kehamilan dan jumlah embryo.

Hasil pemeriksaan titer β-HCG darah pada hari ke-12 post embryo transfer adalah saat yang ditunggu-tunggu pasangan yang melakukan program IVF.  Hormon β-HCG diproduksi oleh sel-sel calon plasenta yang dapat menjadi tanda terjadinya penempelan dan perkembangan embryo dalam rahim.

Beta-HCG diukur pada hari ke-12  setelah embryo transfer dan tinggi rendahnya akan menunjukkan apakah kehamilan terjadi atau tidak, dan juga dapat memprediksi berapa jumlah  embryo yang berkembang.

Beberapa hal yang perlu dipahami sehubungan dengan titer β-HCG (H12 post ET) adalah sebagai berikut:

– β-HCG akan meningkat dua kali lipat setelah 48-72 jam

– β-HCG di bawah 6 mIU/mL menunjukkan tidak terjadi kehamilan

– β-HCG 6 – 25 mIU/mL menunjukkan hasil yang meragukan dan dianjurkan untuk diulang 2-3 hari kemudian dengan tetap menggunakan obat support luteal.

– β-HCG di atas 25 mIU/mL  menunjukkan terjadi penempelan embryo, kehamilan positif dan keberhasilan program secara kimiawi.

– Median konsentrasi β-HCG untuk kehamilan tunggal adalah 115 dan untuk kembar 201 mIU/mL.

 

Berikut ini adalah laporan salah satu kasus di GIVF,

-Pasien menjalani program IVF dengan kombinasi CC + injeksi FSH 75mIU selama 3x pada hari ke 5,7 dan 9

-Pada saat OPU diperoleh 3 oosit

-Transfer embryo 3 blastosis grade A

-Hasil pengukuran β-HCG darah hari ke 12 post ET:  1038,5 mIU/mL.

-Kesimpulan: terjadi kehamilan dengan prediksi jumlah embryo 2 atau lebih.

 

https://www.researchgate.net/publication/11281668_Serum_HCG_12_days_after_embryo_transfer_in_predicting_pregnancy_outcome

Kehamilan kembar lagi!

Alangkah bahagianya…

Ini adalah foto usg kehamilan kembar usia 6 minggu pada tanggal 26 Juni 2018, hasil program IVF di bulan Mei 2018. (Sengaja wajah pasangan yang tersenyum bahagia tidak kami tampilkan untuk menjaga privasi)

Hasil transfer 2 embrio pada tanggal 30 Mei 2018. Berikut laporannya,

Hasil pptest positif tanggal 12 juni dengan bHCG >1527 mIU/mL.

Keberhasilan metoda sederhana siklus natural dengan stimulasi minimal.

2 folikel, 2 embryo, 2 janin.

 


Layanan Melalui CHAT dilaksanakan pada JAM KERJA 09.00 - 16.00 WIB
//
ADMIN