Terapi pengecilan MYOMA, dengan metoda ABLASI RADIOFREKUENSI (RFA).

TERAPI PENGECILAN MYOMA, DENGAN METODE ABLASI RADIOFREKUENSI (RFA).

Myoma uteri (disebut juga fibroid) adalah tumor jinak uterus (rahim) yang cukup banyak diidap wanita usia reproduktif. Keluhan yang sering muncul adalah nyeri saat haid, keluarnya darah menstruasi yang banyak dan lama, ketidaksuburan (infertilitas) dan gangguan kehamilan (keguguran dan prematur). Myoma bertumbuh seiring dengan bertambahnya usia wanita, ukuran dan letak bervariasi seperti yang terlihat di gambar.

Terapi myoma pada umumnya adalah bertujuan untuk mengurangi gejala-gejala di atas, yaitu dengan pengobatan medis (obat hormonal yang diminum , injeksi atau berbentuk IUD), atau dengan operasi pengangkatan myoma atau rahim.

Saat ini telah ada teknologi untuk melakukan pengecilan myoma uteri tanpa operasi, yaitu dengan metoda ABLASI RADIOFREKUENSI (RFA). RFA adalah suatu metoda dengan menggunakan getaran tinggi untuk melakukan pengancuran (ablasi) jaringan dengan ketapatan yang tinggi. RFA dapat diterapkan pada berbagai macam jaringan seprti tiroid, liver, paru paru dan otot termasuk myoma uteri ini yang merupakan tumor jinak otot rahim.

Pada kasus myoma uteri, maka terapi RFA dilakukan dengan menggunakan jarum melalui vagina dengan terpandu USG transvagina. Waktu terapi berkisar 15-30 menit, dan setelah terapi maka dalam waktu 3 bulan myoma akan berangsur mengecil sampai dengan 70%. Dengan mengecilnya ukuran myoma itu, maka diharapkan gejala-gejala yang timbul dapat berkurang bahkan menghilang.

Keunggulan dari metoda RFA ini adalah prosedur tanpa operasi, dilakukan dengan waktu yang singkat, dan tanpa nyeri.

Perlengkapan dan alat Ablasi Radiofrequency untuk terapi tumor myoma tanpa operasi
Di Indonesia, metoda pengecilan myoma dengan metoda RFA terpandu USG ini sudah dapat dilakukan di bagian Obstetri Ginekologi RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang.

Penulis : Dr. Doddy Sutanto, M.Kes SpOG, Konsultan Fertilitas dan Reproduksi; bekerja di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang, dan RSIA Gladiool Magelang.

Profil RSJ : https://rsjsoerojo.co.id/

Referensi : Clinical Performance of Radiofrequency Ablation for Treatment of Uterine Fibroids: Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Studies. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7387230/

Simak informasi LITERASI lainnya :

HOME ABOUT US TEAM PROGRAM BIAYA SHARING SUCCESS STORY BERITA LITERASI TESTIMONI EVENT KONTAK LAPAROSKOPI EKSPLORASI UNTUK INFERTILITAS Ikhtisar laparoskopi diagnostik (eksplorasi) …

HOME ABOUT US TEAM PROGRAM BIAYA SHARING SUCCESS STORY BERITA LITERASI TESTIMONI EVENT KONTAK SUCCES RATE Gladiool IVF Tahun 2022 Pada awal …

HOME ABOUT US TEAM PROGRAM BIAYA SHARING SUCCESS STORY BERITA LITERASI TESTIMONI EVENT KONTAK PUNGSI KISTA ENDOMETRIOSIS (Terapi kista endometriosis tanpa operasi) …

HOME ABOUT US TEAM PROGRAM BIAYA SHARING SUCCESS STORY BERITA LITERASI TESTIMONI EVENT KONTAK PROGRAM BAYI TABUNG YANG SIMPEL DAN TERJANGKAU Hallo …

HOME ABOUT US TEAM PROGRAM BIAYA SHARING SUCCESS STORY BERITA LITERASI TESTIMONI EVENT KONTAK TERAPI PENGECILAN MYOMA, DENGAN METODE ABLASI RADIOFREKUENSI (RFA). …

HOME ABOUT US TEAM PROGRAM BIAYA SHARING SUCCESS STORY BERITA LITERASI TESTIMONI EVENT KONTAK YANG WAJIB DIKETAHUI SAAT MELAKUKAN PROGRAM HAMIL Apakah …

Apakah sahabat sudah mengetahui apa itu Fertilisasi ICSI? Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) ICSI merupakan teknik fertilisasi (pembuahan) sel telur dengan cara …

Salah satu tahapan dari bayi tabung atau IVF adalah Fertilisasi. Apakah sahabat sudah mengetahui apa itu Fertilisasi ? Fertilisasi merupakan peristiwa pertemuan …

Apa saja sih hal-hal penunjang keberhasilan program hamil ? Yuk simak penjelasannya  Keberhasilan program hamil sangat ditentukan oleh kerjasama yang baik antara …

Apakah Sahabat pernah mendengar tentang istilah Laparoskopi??Apa sih sebenarnya Laparoskopi itu??Apakah benar, Laparoskopi adalah solusi bagi yang sedang melakukan program hamil??Yuk simak …

Salah satu tahapan dari bayi tabung atau IVF adalah Embryo Transfer yang biasa disingkat dengan ET. Apakah sahabat sudah mengetahui apa itu …

Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan salah satu masalah yg sering menyebabkan infertilitas pada pria dan kasusnya cukup sering loh… Tahukah Sahabat, mengapa …

Yuk, kita simak mitos-mitos yang sering kita dengar di masa kehamilan. Antara Mitos dan Fakta ini akan dijelaska oleh dokter Miftah di …

Hidrosalphing merupakan salah satu penyebab seseorang sulit memiliki keturunan.Apa itu Hidrosalphing ?? Hidrosalphing merupakan gangguan pada saluran indung telur dimana terdapat pengumpulan …

Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) menjadi salah satu alternatif bagi pasangan yang sulit memiliki keturunan. Banyak orang beranggapan bahwa Bayi …

Salah satu tahapan dari bayi tabung atau IVF adalah Ovum Pick Up yang biasa disingkat dengan OPU atau petik sel telur. Apakah …

KONTAK

Alamat : Jl. Kenanga 2-6 Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Telepon : Klinik bayi tabung  (0293) 367800
Poliklinik Obgyn (0293) 367200
Admin RS (0293) 362702
Fax : (0293) 361779
Email : gladioolivf@yahoo.co.id
gladioolivf@yahoo.co.id
rsgladiool@yahoo.com

Kegemukan, penyebab infertilitas wanita dan pria.

Obesitas atau kegemukan adalah masalah yang besar di bidang kesehatan umum. Obesitas meningkatkan risiko dislipidemia (perlemakan), penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus, infeksi dan banyak sekali penyakit lainnya.

Dalam bidang kesehatan reproduksi wanita, obesitas akan menyebabkan berbagai risiko berbagai penyakit seperti :
• Gangguan ovulasi, gangguan menstruasi dan infertilitas • Polikistik ovarium sindrom, hiperplasia endometrium, kanker rahim. • Kehamilan risiko tinggi (keguguran dan prematuritas , preeklamsia, diabetes mellitus, polihidramnion)

Khusus di bidang infertilitas, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 34% dari wanita muda (usia rata-rata 23 tahun) yang sulit hamil (infertilitas) disebabkan obesitas. Dalam hubungannya dengan amenorrhea (tidak mendapatkan menstruasi), 45% nya adalah wanita yang obes.

Kegemukan tidak hanya berakibat buruk bagi wanita, bagi pria, menderita kegemukan akan berakibat pada penurunan kualitas sperma, serta penurunan kemampuan seksual.

Dengan kata lain, obesitas tidak hanya membuat menjadi sulit hamil, namun juga menimbulkan berbagai macam komplikasi pada saat kehamilan. tidak hanya obesitas membuatnya jauh lebih sulit untuk hamil, tetapi juga menyebabkan sang ibu dan bayi untuk segala macam risiko sebelum dan sesudah kelahiran. Hasil survey dari Catsicas (2013) menunjukkan bahwa selain di atas, wanita obesitas yang menjalani perawatan bayi tabung, akan lebih banyak gagal daripada pasien yang tidak obes.

Penyebab

Lemak yang disimpan dalam tubuh wanita dikenal untuk menghasilkan hormon pria yang disebut androgen. Androgen in dapat menyebabkan hambatan pematangan folikel dan sehingga menyebabkan anovulasi. Hal yang sama juga ditemukan pada hormon leptin, yang memainkan peran penting dalam mengatur asupan energi (nafsu makan) dan metabolisme, yang juga dikaitkan dengan timbulnya obesitas

Solusi

Penurunan berat badan sangat penting bagi penderita obesitas untuk meningkatkan kemungkinan hamilnya. Minimal sebesar 5% dari berat badan (rata-rata 15%) sudah dapat mengembalikan situasi ke keadaan yang lebih baik. Wanita obes yang berhasil mengurangi berat badannya (minimal 5%) akan kehilangan 11% dari lemak perut mereka, mengurangi ukuran lingkar pinggang sebesar 4cm, meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 71%, memperbaiki lingkungan hormonal dalam tubuh mereka, siklus ovulasi dan menstruasi pulih, meningkatkan laju kehamilan mereka (Zain & Norman, 2008)

Pengobatan obesitas itu sendiri harus menjadi tujuan awal sebelum memulai obat pemacu ovulasi atau dibantu teknik reproduksi. Tujuan pengobatan obesitas ini tidak hanya pada lingkup infertilitas namun juga bermanfaat setelah wanita tersebut hamil, serta kesehatannya secara umum. Beberapa kenyataan yang mengecewakan adalah wanita dengan PCOS cenderung menambah berat badan dengan cepat karena resistensi insulin yang memiliki efek anabolik, dikombinasikan dengan peningkatan nafsu dan kecenderungan untuk menginginkan makanan manis (permen, roti putih, kue, dll) yang disebabkan oleh androgen yang diproduksi tubuh mereka.

Selain itu, faktor psikologis memainkan peran penting. Wanita obesitas dengan PCOS yang sedang ‘bad mood’ atau suasana hati depresi, cenderung makan mereka dengan tinggi lemak, makanan dengan indek glikemik tinggi (karbohidrat dan makanan manis), sehingga membuat situasi lebih buruk. Masalh tersebut diperberat dengan kesulitan kenyang karena kadar ghrelin mereka juga terganggu.

Karena berbagai hal yang kompleks tersebut maka sangat penting perjuangan melawan obesitas, PCOS dan infertilitas tersebut di rangkum dalam satu program perubahan gaya hidup yang mencakup :

1. Perubahan pola makan dengan gizi yang seimbang, rendah gula, diet rendah lemak.
2. Peningkatan aktivitas fisik atau olah raga teratur yang terprogram.
3. Obat seperti metformin dan klomifen sitrat merupakan obat pilihan utam untuk terapi PCOS dan meningkatkan kemungkinan untuk hamil.
4. Modifikasi perilaku guna mengubah pendekatan pasien sehingga dapat mengatasi emosi negatif seperti kecemasan, ketakutan, kemarahan dan kebiasaan buruk.

INVITROFERTILIZATION

Pasien PCOS dengan gangguan ovulasi tidak akan dapat melakukan IVF-Siklus Natural seperti di GIVF, yang mensyaratkan adanya telur alami yang sehat. Hal ini disebabkan oleh 2 hal utama : 1) Oosit yang dihasilkan oleh pasien PCOS pada umumnya mempunyai kualitas yang tidak sebaik pasien non PCOS. 2) Kondisi hormon dan metabolisme pasien PCOS tidak mendukung untuk menerima dan merawat embryo dengan baik. Kedua hal ini yang menyebabkan keberhasilan IVF pada pasien PCOS menjadi turun. Untuk itu, pasien harus mendapatkan terapi sampai siklus ovulasi dan menstruasinya menjadi normal paling tidak 2 siklus, sebelum mengikuti IVF-SN. Di lain pihak pasien dengan PCOS yang mengikuti IVF dengan COH (induksi ovulasi dengan hormon) berisiko memerlukan dosis hormon yang lebih besar dan berisiko untuk terkena komplikasi hiperstimulasi ovarium.

Kesimpulan

Sebagian pasien dengan kegemukan ini mendambakan program kehamilan yang instan, dan sanggup membayar berapapun. Pada kenyataanya, masalah obesitas adalah masalah kompleks, rumit dan menyangkut seluruh aspek keshidupan seseorang, sehingga tidak bisa diselesaikan dengan satu ‘obat mujarab’ apalagi dalam waktu singkat. Modifikasi gaya hidup untuk lebih baik dengan tujuan menurunkan berat badan dan meningkatkan kemungkinan hamil bisa di upayakan melalui tindakan sederhana, mudah, dan anda akan terkejut karena biayanya relatif sangat murah dibandingkan pengobatan medis. Jadi bila anda ingin berjuang melawan kegemukan, PCOS dan infertilitas, maka modifikasi gaya hidup adalah langkah pertama menuju keberhasilan

Rangsangan hormon FSH yang siklik, akan mendorong gonad mengembangkan folikel (folikulogenesis). Sedangkan hormon LH akan memecah folikel yang telah matang sehingga telur siap dibuahi (ovulasi). Bersamaan dengan berkembangnya folikel, hormon estradiol akan meningkat, diikuti peningkatan hormon progesteron yang terjadi setelah ovulasi. Peningkatan hormon estradiol dan progesteron inilah yang menyebabkan endometrium uterus untuk menebal dan sembab. Sedangkan penurunannya akan mengakibatkan menstruasi.

Hypogonadotropic Hypogonadism (HH) adalah gangguan hormon yang permasalahannnya dapat terjadi pada kelenjar hipotalamus (defisiensi GnRH), atau hiposisis (defisiensi FSH dan LH).

Defisiensi kedua kelenjar ini akan menyebabkan ovarium (indung telur) tidak dapat mengembangkan folikel (kantung telur) dan berovulasi. Oleh karena tidak terjadi ovulasi, maka uterus) tidak mendapat rangsangan hormon indung telur (gonad) yaitu estradiol dan progesteron, sehingga endometrium uterus tetap tipis dan siklus menstruasi tidak terjadi.

HH dapat terjadi secara kongenital (genetik) atau sejak lahir, namun juga dapat terjadi oleh karena penyakit tertentu pada saat dewasa.

HH yang terjadi pada pria akan berakibat kualitas sperma yang sangat menurun, bahkan sampai terjadi azoospermia, dan secara seksualitas menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi.

Bagaimana diagnosis HH ?

Penampakan klinis sangat tergantung pada kapan terjadinya dan derajat kekurangan hormon. Bila gangguan ini didapat sejak lahir atau sangat muda, maka tanda-tanda seks sekunder seperti pertumbuhan payudara dan rambut kemaluan sangat sedikit bahkan tidak terjadi. Pada pemeriksaan hormon, akan didapatkan hormon gonadotropin dan hormon gonad sangat rendah.

FSH & LH : Normal atau di bawah normal
Estradiol & Progesteron : di bawah normal

Terapi HH :
Tujuan dari terapi HH adalah : Menghinduksi perkembangan pubertal, menyembuhkan fungsi seksual, kesehatan tulang, dan kesehatan psikologis, dan memulihkan fertilitas.

Pada umumnya terapi dengan hormon estradiol dan progesteron (testosteron pada pria) akan memulihkan keadaan seperti fungsi seksual, kesehatan psikologis dan semua reaksi fisiologis yang memerlukan hormon-hormon tersebut.

Khusus untuk pemulihan fertilitas, maka diperlukan terapi khusus. Pada umumnya terapi infertilitas untuk amenorhea hypo-hypo adalah induksi ovulasi (pemberian hormon FSH dan LH). Dengan induksi ovulasi ini maka pertumbuhan telur akan berangsur akan terjadi lagi secara periodik, sehingga kehamilan akan dimungkinkan terjadi.

Simak Artikel lainnya berdasarkan KATEGORI : 

BERITA | LITERASI | SUCCESS STORY


Amenorea hipogonadotropik hipogonadism (hipo-hipo)

“Kehidupan Dewi (samaran) berubah. Sudah 6 bulan, menstruasi yang biasanya rutin dia dapatkan, tidak pernah hadir lagi. Meskipun tidak ada perubahan pada tubuhnya, namun hal ini membuatnya sedih bahkan frustrasi. Mahasiswa lajang berusia 24 tahun ini sudah berusaha mencoba berbagai pengobatan dan tidak berhasil. Sampai dokter terakhir yang dia jumpai melakukan serangkaian test dan mendiagnosisnya dengan amenorea hypogonadotropic hypogonadism”

Amenorea hypogonadotropic hypogonadism adalah suatu keadaan dimana seorang wanita tidak mendapat haid karena ada masalah pada kelenjar otak yang memproduksi hormon penyubur.

Pengaturan Menstruasi

Hipotalamus adalah kelenjar otak yang memproduksi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH). GnRH berfungsi merangsang kelenjar pituitari untuk memproduksi FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (Leutenizing hormone). Kedua hormon ini berfungsi ‘mendorong’ atau ‘merangsang’ indung telur (ovarium) untuk mengembangkan telur dan berovulasi. Oleh karena itu, FSH LH ini disebut gonadotropin (pendorong gonad)

Rangsangan hormon FSH yang siklik, akan mendorong gonad mengembangkan folikel (folikulogenesis). Sedangkan hormon LH akan memecah folikel yang telah matang sehingga telur siap dibuahi (ovulasi). Bersamaan dengan berkembangnya folikel, hormon estradiol akan meningkat, diikuti peningkatan hormon progesteron yang terjadi setelah ovulasi. Peningkatan hormon estradiol dan progesteron inilah yang menyebabkan endometrium uterus untuk menebal dan sembab. Sedangkan penurunannya akan mengakibatkan menstruasi.

Hypogonadotropic Hypogonadism (HH) adalah gangguan hormon yang permasalahannnya dapat terjadi pada kelenjar hipotalamus (defisiensi GnRH), atau hiposisis (defisiensi FSH dan LH).

Defisiensi kedua kelenjar ini akan menyebabkan ovarium (indung telur) tidak dapat mengembangkan folikel (kantung telur) dan berovulasi. Oleh karena tidak terjadi ovulasi, maka uterus) tidak mendapat rangsangan hormon indung telur (gonad) yaitu estradiol dan progesteron, sehingga endometrium uterus tetap tipis dan siklus menstruasi tidak terjadi.

HH dapat terjadi secara kongenital (genetik) atau sejak lahir, namun juga dapat terjadi oleh karena penyakit tertentu pada saat dewasa.

HH yang terjadi pada pria akan berakibat kualitas sperma yang sangat menurun, bahkan sampai terjadi azoospermia, dan secara seksualitas menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi.

Bagaimana diagnosis HH ?

Penampakan klinis sangat tergantung pada kapan terjadinya dan derajat kekurangan hormon. Bila gangguan ini didapat sejak lahir atau sangat muda, maka tanda-tanda seks sekunder seperti pertumbuhan payudara dan rambut kemaluan sangat sedikit bahkan tidak terjadi. Pada pemeriksaan hormon, akan didapatkan hormon gonadotropin dan hormon gonad sangat rendah.

FSH & LH : Normal atau di bawah normal
Estradiol & Progesteron : di bawah normal

Terapi HH :
Tujuan dari terapi HH adalah : Menghinduksi perkembangan pubertal, menyembuhkan fungsi seksual, kesehatan tulang, dan kesehatan psikologis, dan memulihkan fertilitas.

Pada umumnya terapi dengan hormon estradiol dan progesteron (testosteron pada pria) akan memulihkan keadaan seperti fungsi seksual, kesehatan psikologis dan semua reaksi fisiologis yang memerlukan hormon-hormon tersebut.

Khusus untuk pemulihan fertilitas, maka diperlukan terapi khusus. Pada umumnya terapi infertilitas untuk amenorhea hypo-hypo adalah induksi ovulasi (pemberian hormon FSH dan LH). Dengan induksi ovulasi ini maka pertumbuhan telur akan berangsur akan terjadi lagi secara periodik, sehingga kehamilan akan dimungkinkan terjadi.

Simak Artikel lainnya berdasarkan KATEGORI : 

BERITA | LITERASI | SUCCESS STORY


Keberhasilan ‘affordable IVF’ pada tuba nonpatent

Keberhasilan ‘affordable IVF’ pada tuba nonpatent

Nama saya Indriana Putri, di sini saya dan suami hendak share perjalanan atau bisa dikatakan perjuangan kami dalam mendapatkan keturunan.

Kami sudah menikah 5 th, selama itu pula kami berusaha utk memiliki keturunan. Berbagai program kehamilan dari beberapa dokter kami lakukan,begitu pula pengobatan alternatif jg kami lakukan. Dalam berusaha tsb memang dibilang tdk mudah krn kami harus siap lahir batin. Sampai pd akhirnya saya melakukan tes HSG, dan hasilnya saluran tuba dinyatakan buntu. Solusi dari dokter adalah operasi laparascopy.

Th 2013 saya menjalanai operasi tsb utk melihat apakah saluran tuba memang buntu dan sekaligus mengambil kista. Ternyata saluran tdk bnr2 buntu, hanya saja scr medis memang susah jika melakukan program kehamilan scr normal. Solusi yg muncul adl inseminasi atau bayi tabung.

Th 2014 saya melakukan inseminasi, dan lagi2 kami harus menelan kesedihan krn tdk berhasil. Kami memutuskan utk berhenti dulu melakukan serangkaian pengobatan, sambil memupuk kembali semangat kami. Sekitar satu tahun kami “beristirahat”, kami mendapatkan informasi dari dokter umum langganan kami, bahwa di Magelang ada RSIA Gladiool yang memiliki klinik khusus bayi tabung dan biaya nya terjangkau. Setelah lama “tertidur” kami dibangkitkan harapan kami melalui informasi ini. Suami saya langsung browsing cari info di internet dan telpon ke Gladiool, dan benar informasi tersebut, bahkan ada slogan affordable. Kami lantas memutuskan untuk cek TKP ke Magelang. Kami ditangani oleh Dr Doddy, melihat rekam jejak kami, maka kami sepakat untuk memulai program IVF.

Dalam program ini (setelah konsul, obat dsb) kami mendapatkan 5 Folikel yang diproyeksikan ke tahap selanjutnya yaitu triggering. Namun dalam tahap berikutnya yaitu Ovum Pick Up (OPU) di tanggal 1 Juni, kami hanya mendapatkan 1 folikel / oocyte matang. Dengan berharap cemas atas hasil tersebut, kami akhirnya ditelp dari pihak Gladiool bahwa Embrio sudah berkembang dan dapat Grade 2. Kemudian pada 5 Juni kami lakukan Embrio Transfer. Satu malam menginap bedrest di Gladiool.

Pada 17 Juni kami lakukan PP tes hasilnya 2 garis samar, untuk konfirmasi maka kami lakukan bHCG yang hasilnya 386ml berarti hasilnya positip terbentuk plasenta kandungan. Kami ke Gladiool untuk memastikan dan memang PUJI TUHAN, doa kami terjawab: Saya Hamil. Sekarang usia kandungan saya masuk minggu ke 9, dan kami terus berdoa agar bayi kami sehat , lahir utuh dan selamat. Perjalanan panjang kami lalui, jangan menyerah terus berdoa dan berusaha. Terimakasih Gladiool, Dr. Doddy n team (dr.Yuda, dr. Dicky, dr. Adi, dr. Erick dan segenap perawat GIVF).

Setelah menjalani pemeriksaan dan terdiagnosis APS, maka pasien menjalani terapi dengan LMWH, berupa suntikan subkutan setiap hari sebelum dan selama mengikuti progam IVF berikutnya.

Dengan program IVF stimulasi protokol antagonis, didapatkan 7 oocyte. Fertilisasi dilakukan dengan metoda konvensional dan ICSI, dan setelah dilakukan kultur selama 3 hari didapatkan4 embryo yang berkembang.

Transfer embryo sebanyak 2 buah ( 2 embryo lain freezing) dilakukan pada hari ke 3 dan pasien berhasil mengalami kehamilan. Selama kehamilan berlangsung, pasien mendapatkan suntikan LMWH untuk menghindari risiko keguguran, dan kematian janin dalam kandungan.

Puji syukur kepada Tuhan, karena saat berita ini ditulis, bayi laki-laki yang sehat dengan berat 3200 gram, telah dilahirkan melalui bedah sesar di RSIA Gladiool.

Segenap tim Gladiool IVF mengucapkan selamat atas kelahiran sang buah hati.

Simak Artikel lainnya berdasarkan KATEGORI : 

BERITA | LITERASI | SUCCESS STORY


Keberhasilan IVF pada penderita Anti Phospolipid Syndrome (APS)

Keberhasilan IVF pada penderita Anti Phospolipid Syndrome (APS) setelah terapi Low molecular weight heparin (LMWH)

Antiphospolipid Syndrome (APS) merupakan keadaan autoimun, hiperkoagulasi (penjendalan darah meningkat) yang disebabkan oleh antibodi antifosfolipid. APS memprovokasi pembekuan darah (trombosis) di arteri dan vena. Komplikasi yang terjadi terkait pada kehamilan seperti keguguran, kelahiran mati, kelahiran prematur, dan preeklampsia berat. Penderita APS juga berisiko mengalami infertilitas termasuk kegagalan terapi infertilitas (termasuk inseminasi dan bayi tabung)

Kriteria diagnostik APS adalah bila didapat satu gejala klinis (yaitu trombosis atau komplikasi kehamilan) dan dua tes darah antibodi yang berjarak setidaknya tiga bulan yang mengkonfirmasi adanya antikoagulan lupus atau anti-β2-glikoprotein-I.

Keadaan ini juga yang dialami oleh pasien Gladiool IVF. Seorang wanita berusia 28 tahun (kita sebut Puspa) , yang telah mengalami infertilitas selama 5 tahun. Bersama pasangannya, Puspa telah menjalani terapi infertilitas dan program IVF yang dilakukan tahun 2018 meskipun berhasil namun kehamilan berhenti berkembang pada usia 8 minggu.

Setelah menjalani pemeriksaan dan terdiagnosis APS, maka pasien menjalani terapi dengan LMWH, berupa suntikan subkutan setiap hari sebelum dan selama mengikuti progam IVF berikutnya.

Dengan program IVF stimulasi protokol antagonis, didapatkan 7 oocyte. Fertilisasi dilakukan dengan metoda konvensional dan ICSI, dan setelah dilakukan kultur selama 3 hari didapatkan4 embryo yang berkembang.

Transfer embryo sebanyak 2 buah ( 2 embryo lain freezing) dilakukan pada hari ke 3 dan pasien berhasil mengalami kehamilan. Selama kehamilan berlangsung, pasien mendapatkan suntikan LMWH untuk menghindari risiko keguguran, dan kematian janin dalam kandungan.

Puji syukur kepada Tuhan, karena saat berita ini ditulis, bayi laki-laki yang sehat dengan berat 3200 gram, telah dilahirkan melalui bedah sesar di RSIA Gladiool.

Segenap tim Gladiool IVF mengucapkan selamat atas kelahiran sang buah hati.

Simak Artikel lainnya berdasarkan KATEGORI : 

BERITA | LITERASI | SUCCESS STORY


Kita tetap setia melayani

Cerita sukses program fertilitas di masa pandemi Covid-19.

Tak terasa situasi pandemi yang mengubah kehidupan kita menjadi ‘new normal’ ini telah berlangsung hampir 10 bulan. Meskipun sempat membuat langkah kita tertahan, namun situasi itu tidak menyurutkan niat kita untuk terus melakukan usaha yang sebaik-baiknya. Situasi pandemi global ini membuat Gladiool IVF menyikapinya dengan membenahi berbagai protokol guna menghindarkan risiko penularan infeksi, baik kepada pasien maupun staf medis kami. Kami bertekad untuk tidak berhenti berjuang bersama para pasangan untuk menciptakan keajaiban kecil.

Berikut adalah beberapa cerita pasangan yang telah merasakan manisnya hasil perjuangan mereka :

1.Ny. I & Tn. S

Pasangan ini adalah kehamilan pertama di awal era pandemi sekitar 9 bulan yang lalu. Mereka mengalami infertilitas 7 tahun setelah menjalani 2 kali kehamilan ektopik.

Program IVF yang mereka ikuti adalah protokol stimulasi minimal (kombinasi), dan mendapatkan 4 oosit. Dengan fertilisasi konvensional, didapatkan 3 embryo.

Transfer embryo yang pertama belum menghasilkan kehamilan, dan pada transfer dengan menggunakan embrio beku (frozen embryo) menghasilkan kehamilan dengan bHCG 713,2 (H12 post FET). Pada saat ini mereka sedang menantikan hari-hari persalinan.

2.Ny. En & Tn M

Infertilitas 9 tahun, dengan masalah tuba. Setelah penanganan operasi dengan laparoskopi, pasien mengikuti program IVF dengan stimulasi minimal (kombinasi) dan menghasilkan 4 oosit.

Fertilisasi secara konvensional menghasilkan 2 embryo layak transfer. Dilakukan transfer 2 embryo fresh, menghasilkan bHCG 382 (H12 post ET). Kehamilan sekarang menginjak bulan ke 3.

2. Ny. En & Tn M

Infertilitas 9 tahun, dengan masalah tuba. Setelah penanganan operasi dengan laparoskopi, pasien mengikuti program IVF dengan stimulasi minimal (kombinasi) dan menghasilkan 4 oosit.

Fertilisasi secara konvensional menghasilkan 2 embryo layak transfer. Dilakukan transfer 2 embryo fresh, menghasilkan bHCG 382 (H12 post ET). Kehamilan sekarang menginjak bulan ke 3.

3. Ny. Di & Tn PS

Pasangan ini mengalami infertilitas selama 5 tahun, dan telah melakukan berbagai macam terapi untuk mewujudkan buah hati.

Saat mengikuti program di GIVF, didapatkan dari hasil pemeriksaan bahwa masih ada kesempatan terapi dengan inseminasi intra uterin (IUI).

Oleh karena itu dilakukan inseminasi intrauterin dengan indikasi male factor (AT), dengan stimulasi kombinasi membuahkan hasil yang manis. (bHCG 213, H12 post IUI)

4. Ny. Hn & Tn Di

Mengalami infertilitas selama 3 tahun. Dari pemeriksaan didapatkan polip endometrium.

Setelah mendapatkan terapi kuretase, pasien menjalani program inseminasi intra uterin (IUI) dengan stimulasi ovarium kombinasi (tablet dan injeksi hormon).

Pasien berhasil hamil dengan bHCG 928, dan hasil pemeriksaan USG menunjukkan kehamilan multipel (kembar 3/triplet)

Hasil USG menunjukkan kehamilan triplet

Hasil USG 3 dimensi

5. Ny. Y & Tn. A

Pasangan ini telah berjuang dengan mengikuti program IVF di GIVF sebanyak dua kali dengan indikasi kedua tuba non paten.

Pada kesempatan pertama dilakukan IVF dengan protokol kombinasi, namun belum membuahkan hasil.

Pada kesempatan kedua, dilakukan program dengan protokol antagonis (total FSH 900 IU) yang didapatkan 6 oosit dan dilakukan transfer embryo.

Saat ini pasien menjalani kehamilan dengan bayi tunggal.

 

Segenap tim Gladiool ikut bersuka cita atas keberhasilan ini. Masih banyak cerita menarik lain yang belum sempat kita tayangkan.

Bagi para pasangan yang belum beruntung, tetaplah semangat dan marilah kita mengusahakan yang terbaik selagi masih ada kesempatan.

Salam,
Gladiool IVF
the most simple and affordable IVF in Indonesia


Memprediksi kehamilan dan jumlah embryo.

β-HCG darah pada hari ke-12 post embryo transfer, untuk memprediksi kehamilan dan jumlah embryo.

Hasil pemeriksaan titer β-HCG darah pada hari ke-12 post embryo transfer adalah saat yang ditunggu-tunggu pasangan yang melakukan program IVF.  Hormon β-HCG diproduksi oleh sel-sel calon plasenta yang dapat menjadi tanda terjadinya penempelan dan perkembangan embryo dalam rahim.

Beta-HCG diukur pada hari ke-12  setelah embryo transfer dan tinggi rendahnya akan menunjukkan apakah kehamilan terjadi atau tidak, dan juga dapat memprediksi berapa jumlah  embryo yang berkembang.

Beberapa hal yang perlu dipahami sehubungan dengan titer β-HCG (H12 post ET) adalah sebagai berikut:

– β-HCG akan meningkat dua kali lipat setelah 48-72 jam

– β-HCG di bawah 6 mIU/mL menunjukkan tidak terjadi kehamilan

– β-HCG 6 – 25 mIU/mL menunjukkan hasil yang meragukan dan dianjurkan untuk diulang 2-3 hari kemudian dengan tetap menggunakan obat support luteal.

– β-HCG di atas 25 mIU/mL  menunjukkan terjadi penempelan embryo, kehamilan positif dan keberhasilan program secara kimiawi.

– Median konsentrasi β-HCG untuk kehamilan tunggal adalah 115 dan untuk kembar 201 mIU/mL.

 

Berikut ini adalah laporan salah satu kasus di GIVF,

-Pasien menjalani program IVF dengan kombinasi CC + injeksi FSH 75mIU selama 3x pada hari ke 5,7 dan 9

-Pada saat OPU diperoleh 3 oosit

-Transfer embryo 3 blastosis grade A

-Hasil pengukuran β-HCG darah hari ke 12 post ET:  1038,5 mIU/mL.

-Kesimpulan: terjadi kehamilan dengan prediksi jumlah embryo 2 atau lebih.

 

https://www.researchgate.net/publication/11281668_Serum_HCG_12_days_after_embryo_transfer_in_predicting_pregnancy_outcome

Kegemukan, penyebab infertilitas wanita dan pria.

Obesitas atau kegemukan adalah masalah yang besar di bidang kesehatan umum. Obesitas meningkatkan risiko dislipidemia (perlemakan), penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus, infeksi dan banyak sekali penyakit lainnya.

Dalam bidang kesehatan reproduksi wanita, obesitas akan menyebabkan berbagai risiko berbagai penyakit seperti :

– Gangguan ovulasi, gangguan menstruasi dan infertilitas

– Polikistik ovarium sindrom, hiperplasia endometrium, kanker rahim.

– Kehamilan risiko tinggi (keguguran dan prematuritas , preeklamsia, diabetes mellitus, polihidramnion)

Khusus di bidang infertilitas, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 34% dari wanita muda (usia rata-rata 23 tahun) yang sulit hamil (infertilitas) disebabkan obesitas. Dalam hubungannya dengan amenorrhea (tidak mendapatkan menstruasi), 45% nya adalah wanita yang obes.

Kegemukan tidak hanya berakibat buruk bagi wanita, bagi pria, menderita kegemukan akan berakibat pada penurunan kualitas sperma, serta penurunan kemampuan seksual.

Dengan kata lain, obesitas tidak hanya membuat menjadi sulit hamil, namun juga menimbulkan berbagai macam komplikasi pada saat kehamilan. tidak hanya obesitas membuatnya jauh lebih sulit untuk hamil, tetapi juga menyebabkan sang ibu dan bayi untuk segala macam risiko sebelum dan sesudah kelahiran. Hasil survey dari Catsicas (2013) menunjukkan bahwa selain di atas, wanita obesitas yang menjalani perawatan bayi tabung, akan lebih banyak gagal daripada pasien yang tidak obes.

 

Penyebab

Lemak yang disimpan dalam tubuh wanita dikenal untuk menghasilkan hormon pria yang disebut androgen. Androgen in dapat menyebabkan hambatan pematangan folikel dan sehingga menyebabkan anovulasi. Hal yang sama juga ditemukan pada hormon leptin, yang memainkan peran penting dalam mengatur asupan energi (nafsu makan) dan metabolisme, yang juga dikaitkan dengan timbulnya obesitas

Solusi 
Penurunan berat badan sangat penting bagi penderita obesitas untuk meningkatkan kemungkinan hamilnya. Minimal sebesar 5% dari berat badan (rata-rata 15%) sudah dapat mengembalikan situasi ke keadaan yang lebih baik. Wanita obes yang berhasil mengurangi berat badannya (minimal 5%) akan kehilangan 11% dari lemak perut mereka, mengurangi ukuran lingkar pinggang sebesar 4cm, meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 71%, memperbaiki lingkungan hormonal dalam tubuh mereka, siklus ovulasi dan menstruasi pulih, meningkatkan laju kehamilan mereka (Zain & Norman, 2008)

Pengobatan obesitas itu sendiri harus menjadi tujuan awal sebelum memulai obat pemacu ovulasi atau dibantu teknik reproduksi. Tujuan pengobatan obesitas ini tidak hanya pada lingkup infertilitas namun juga bermanfaat setelah wanita tersebut hamil, serta kesehatannya secara umum.
Beberapa kenyataan yang mengecewakan adalah wanita dengan PCOS cenderung menambah berat badan dengan cepat karena resistensi insulin yang memiliki efek anabolik, dikombinasikan dengan peningkatan nafsu dan kecenderungan untuk menginginkan makanan manis (permen, roti putih, kue, dll) yang disebabkan oleh androgen yang diproduksi tubuh mereka.

Selain itu, faktor psikologis memainkan peran penting. Wanita obesitas dengan PCOS yang sedang ‘bad mood’ atau suasana hati depresi, cenderung makan mereka dengan tinggi lemak, makanan dengan indek glikemik tinggi (karbohidrat dan makanan manis), sehingga membuat situasi lebih buruk. Masalh tersebut diperberat dengan kesulitan kenyang karena kadar ghrelin mereka juga terganggu.

Karena berbagai hal yang kompleks tersebut maka sangat penting perjuangan melawan obesitas, PCOS dan infertilitas tersebut di rangkum dalam satu program perubahan gaya hidup yang mencakup :

1.Perubahan pola makan dengan gizi yang seimbang, rendah gula, diet rendah lemak.

2.Peningkatan aktivitas fisik atau olah raga teratur yang terprogram.

3.Obat seperti metformin dan klomifen sitrat merupakan obat pilihan utam untuk terapi PCOS dan meningkatkan kemungkinan untuk hamil.

4.Modifikasi perilaku guna mengubah pendekatan pasien sehingga dapat mengatasi emosi negatif seperti  kecemasan, ketakutan, kemarahan dan kebiasaan buruk.

INVITROFERTILIZATION

Pasien PCOS dengan gangguan ovulasi tidak akan dapat melakukan IVF-Siklus Natural seperti di GIVF,  yang mensyaratkan adanya telur alami yang sehat.  Hal ini disebabkan oleh 2 hal utama : 1) Oosit yang dihasilkan oleh pasien PCOS pada umumnya mempunyai kualitas yang tidak sebaik pasien non PCOS.  2) Kondisi hormon dan metabolisme pasien PCOS tidak mendukung untuk menerima dan merawat embryo dengan baik.  Kedua hal ini yang menyebabkan  keberhasilan IVF pada pasien PCOS menjadi turun.

Untuk itu, pasien harus mendapatkan terapi sampai siklus ovulasi dan menstruasinya menjadi normal paling tidak 2 siklus, sebelum mengikuti IVF-SN.

Di lain pihak pasien dengan PCOS yang mengikuti IVF dengan COH (induksi ovulasi dengan hormon) berisiko memerlukan dosis hormon yang lebih besar dan berisiko untuk terkena komplikasi hiperstimulasi ovarium.

Kesimpulan

Sebagian pasien dengan kegemukan ini mendambakan program kehamilan yang instan, dan sanggup membayar berapapun. Pada kenyataanya, masalah obesitas adalah masalah kompleks, rumit dan menyangkut seluruh aspek keshidupan seseorang, sehingga tidak bisa diselesaikan dengan satu ‘obat mujarab’ apalagi dalam waktu singkat.
Modifikasi gaya hidup untuk lebih baik dengan tujuan menurunkan berat badan dan meningkatkan kemungkinan hamil bisa di upayakan melalui tindakan sederhana, mudah, dan anda akan terkejut karena biayanya relatif sangat murah dibandingkan pengobatan medis.
Jadi bila anda ingin berjuang melawan kegemukan, PCOS dan infertilitas, maka modifikasi gaya hidup adalah langkah pertama menuju keberhasilan.


Kehamilan setelah PESA-ICSI kasus azoospermia

Sahabat GIVF yang berbahagia,

Meskipun agak terlambat, pada kesempatan ini kami team GIVF ingin menyampaikan sebuah laporan keberhasilan program GIVF yang merupakan tindakan IVF minimal stimulation, PESA (pengambilan sperma dari epididimis) dan ICSI (penyuntikan sperma ke dalam sel telur) pada kasus azoospermia.
Kasus ini menjadi spesial karena merupakan keberhasilan yang pertama pada tindakan PESA dan ICSI di klinik kami.

Seperti kita ketahui azoospermia adalah kondisi dimana tidak terdapat benih sperma pada ejakulat / semen pria. Kondisi ini dapat disebabkan karena bermacam-macam faktor.  Keterangan selengkapnya dapat dibaca di sini: Azoospermia.

Laporan selengkapnya :

Suami (37 th)
Analisis sperma : azoospermia
Hormon : FSH/LH/Testosteron/prolaktin normal
PESA diagnostik : didapatkan sperma.

Istri ( 33 th)
Pada pemeriksaan semua dalam keadaan normal.

Protokol IVF 
Hari pertama menstruasi terakhir (H+1) September 2016
H+3  Induksi ovulasi menggunakan CC dan kombinasi FSH
H+12 Dilakukan pengambilan sel telur (OPU) mendapat 4 oosit (sel telur), dilanjutkan dengan tindakan tindakan PESA pada suami.

Sperma : ditemukan sperma
Morfologi Normal 28% Morfologi Abnormal 72% Motil Progresif 18% Motil Non-Progresif 82% Gambar morfologi sperma: Bakteri: (+) Positif 1

Berdasar hasil tersebut, dilakukan preparasi dengan teknik (CSDG / Washing / Swim up) Untuk fertilisasi, dilakukan penyuntikan 1 sperma ke dalam oosit
(ICSI/Intra Cytoplasmic Sperm Injection).

Dua hari setelah fertilisasi kami mendapatkan kabar  ada 1 embrio yang berhasil  berkembang. Transfer embryo dilakukan pada H+15

Kabar gembira datang pada hari ke 12 post transfer embryo dengan hasil bHCG 176,5 yang berarti kehamilan secara biokimiawi terjadi.
Kami mengucapkan selamat pada pasangan Tn.A dan Ny.Y yang saat ini sudah menginjak usia kandungan ke 22 minggu.

Semoga kehamilan berlanjut sampai melahirkan anak yang sehat.


Kegembiraan ganda

Kasus yang akan kami bagikan ini adalah kasus kehamilan ganda terbaru dari program IVF di Gladiool.   Jumlah keberhasilan dengan kehamilan ganda (kembar/twin) di klinik kami hanya 10% dari seluruh keberhasilan (sebagian besar tunggal). Hal ini dikarenakan sebagian besar pasien menggunakan siklus natural atau mild stimulation sehingga sebagian besar kami melakukan transfer 1 (single) embryo. 

Demi kebaikan bersama, nama pasien kami rahasiakan.

Pasangan suami 34 th dan istri 35 th, infertil 9 tahun, melakukan program ivf ke 2, short (antagonist) protocol.

– H2-H7 injeksi FSH 150iu

– H7-H10 injeksi FSH 225 iu 

– H11-H12 injeksi FSH 225 iu dan GnRHant

– H13 injeksi trigger dan FSH 225 iu

– H14 OPU diperoleh 6 oocyte

– H19 transfer 2 embryo tahap Awal morula

– 12 hari post ET : bHCG 875 (cukup tinggi-ada kemungkinan kehamilan ganda)

– 22 hari post ET : pemeriksaan USG

Kami sangat bersyukur atas hasil ini.  Semoga para pasangan yang belum beruntung dapat mengambil manfaat dari uraian kasus di atas. 

Keep the spirit! 

GIVF team.


Layanan Melalui CHAT dilaksanakan pada JAM KERJA 09.00 - 16.00 WIB
//
ADMIN