Kejutan yang membahagiakan dari IVF siklus natural

Para pembaca yang budiman, Satu lagi sebuah kejutan yang membahagiakan dari program bayi tabung metode siklus natural yang ingin saya bagikan bagi anda sekalian. Posting terakhir saya, 5 hari yang lalu,  menceritakan bagaimana “Usia Wanita : faktor utama keberhasilan IVF” usia wanita sangat berpengaruh dengan kualitas telur dan semakin bertambahnya usia wanita maka keberhasilan program akan semakin menurun.  Petang hari ini saya mendapat kunjungan salah satu pasangan pasien bayi tabung yang baru saja berhasil, Ny. G dan Tn. B.  Yang menjadi kejutan bagi saya adalah karena usia sang istri telah menginjak 39 tahun. Inilah ringkasan perjalanan program ivf yang menurut saya adalah benar-benar  ‘simple and affordable’ – Kunjungan 1: 3 Februari 2015, Konsultasi untuk bayi tabung, jumlah folikel 2, matang – Kunjungan 2: 4 Februari 2015, pk 06:00 Injeksi pematangan telur(trigger) – Kunjungan 3: 5 Februari, pk 15:00 Ovum pick up, didapat 1 oocyte matang Dilakukan fertilisasi secara konvensional Dilanjutkan dengan kultur embryo selama 4 hari. – Kunjungan 4: 9 Februari, pk 15:00 Embryo transfer 1 embryo tahap morula Endometrium thickness 9mm 23 Feb 2015 pp test +

Usia Wanita : faktor utama keberhasilan IVF

Pembaca yang budiman,

Sering kali kami mendapat calon pasien dengan usia sang istri yang telah melebihi usia reproduktif.   Beberapa di atas 40 tahun, dan tidak sedikit yang di atas 45 tahun.  Mereka  datang terkadang menempuh jarak yang cukup jauh dan berharap kita dapat melakukan sesuatu agar keinginan memiliki sang buah hati dapat terwujud.  Dengan sepenuh hati kita ingin membantu, namun kemampuan kita terbatas pada lingkup dunia medis dan tidak lebih dari itu. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas saya ingin memberikan beberapa fakta dari faktor ‘jam biologis’ yang tidak dapat berhenti ini.

Aging-Reproduction

 

Kemampuan seorang wanita untuk hamil sangat dipengaruhi oleh usia nya, dan ini berhubungan langsung dengan kualitas sel telur yang dimilikinya.  Jadi meskipun seorang wanita di usia di atas 45 tahun masih menstruasi dan mendapat ovulasi secara teratur, namun kemampuan untuk hamil sudah sangat menurun.  Data statistik  di atas menunjukkan bahwa kemampuan untuk hamil menurun sejak usia 25 tahun, dan hanya tinggal 50% pada usia 30-35 tahun, dan 25% pada usia 35-40 tahun (dibandingkan usia saat 20 tahun).  Hal ini dipersulit dengan angka keguguran yang meningkat drastis sejak usia 35 tahun. Dengan kata lain, semakin berumur  seorang wanita semakin sulit hamil dan semakin mudah keguguran. Dan penurunan kemampuan untuk hamil ini dimulai di usia yang sangat dini dibandingkan pendapat masyarakat umum, yaitu dimulai sekitar usia 30 tahun.

 

ivf-success-after-ivf-fails

Data di atas saya ambil dari laporan CDC pemerintah USA tahun 2012, yang menunjukkan bahwa keberhasilan IVF juga sangat terpengaruh dengan bertambahnya usia dan dimulai sejak 35 tahun, dan menjadi sangat rendah di atas 42 tahun.  Data ini juga menunjukkan pengulangan IVF sampai 4 kali untuk dapat mencapai keberhasilan relatif tidak menurun pada kesempatan pertama sampai ke empat, namun jelas menurun dengan bertambahnya usia.  Dari data kami sendiri (GIVF), pasien wanita paling tua yang berhasil hamil melaui program IVF (natural cycle) di Gladiool IVF sejauh ini adalah 37 tahun dan sebagian besar di usia di bawah 35 tahun.

Saran singkat saya adalah bila anda benar-benar memerlukan bayi tabung (setelah berbagai pertimbangan dari semua faktor infertilitas yang ada) maka lakukan seawal mungkin, saat kualitas telur sang istri masih baik.  Jadi ingatlah bahwa waktu terus berjalan maju dan demikian pula usia anda, jadi jangan sia-siakan waktu yang ada.

Dengan sepenuh hati,

Dr. D

 

 

 


GIVF’s Babies

Terima kasih kepada para orang tua yang bersedia berbagi kebahagian bersama kami.

Semoga hal ini dapat menguatkan dan memberi semangat pada para pasangan yang sedang berusaha mendapatkan buah hati.

IMG_4093

FERDI RAHARDIAN AL FARIZI

IMG_4088

MOH. DAREL ARRAYAN


Tuba non paten bilateral, indikasi utama program IVF

Tuba non patent / buntu / blocked tube merupakan indikasi utama IVF. Keberhasilan program bayi tabung yang pertama kali di dunia (dilakukan oleh ilmuwan Inggris Robert Edward sekitar tahun 1978) adalah kasus seperti ini.
Penyebab dari tuba non patent diantaranya adalah : infeksi, perlengketan endometriosis, dan penekanan oleh tumor.

Tuba non patent menjadi penyebab infertilitas wanita yang paling sering, selain masalah ovarium dan endometriosis. Diagnosis tuba non patent ditegakkan dengan pemeriksaan rontgen (Histerosalphingografi/HSG), atau histeroskopi laparoskopi.

blueridgeobg.com

blueridgeobg.com

Pada kasus-kasus tuba non patent bilateral (kedua tuba) maka IVF menjadi terapi yang paling bisa diharapkan untuk membuahkan kehamilan. Tindakan lain yang mungkin dilakukan adalah dengan melakukan repair tuba dengan pembedahan, namun hasilnya masih belum memuaskan.

Dua pasien terakhir yang mengalami kehamilan di Gladiool IVF adalah pasien-pasien dengan masalah tuba non paten. Berikut ringkasan yang dapat kami berikan:

  • Kasus 1. Tn.S (38 th) dan Ny.S(35  th)
  • Infertil 12 th, problem : tuba non paten (KET 2x), asthenozoospermia
  • Program : IVF mini stimulasi (CC)
  • Folikel 2 (terbesar 2,4cm), Oocyte 2(matur), Embryo 2 (8 sel, 8 sel sel grade A)
  • Hasil : Hamil (14/2/2014)
  • Kasus 2. Tn.TD(33th) dan Ny. MP(30 th)
  • Infertil 7 th, problem : tuba non paten bilateral
  • Program : IVF mini stimulasi (CC)
  • Folikel 5 (terbesar 1,8cm) ; Oocyte 4(matur; Embryo 3 (morula, 16 sel, 16 sel)
  • Hasil : Hamil (8/3/2014)

Kesimpulan: Wanita dengan diagnosis tuba non patent (bilateral) masih mempunyai harapan untuk dapat merasakan kehamilan, berkat adanya teknik  Invitro Vertilization.


Bayi GIVF #1, Ferdi Rahardian Al Farizi

Dear Dr. Dodi dan team dokter klinik bayi tabung  IVF  Gladiool.. Alhamdulillah hari rabu malam tanggal 21 Agustus 2013 pukul 23:20 jagoan kami bernama Ferdi Rahardian Al Farizi lahir ke dunia dengan berat 3,6 kg dan panjang 49 cm di salah satu rumah sakit di Jakarta pusat. Saya sangat terharu dengan kejadian ini mengingat perjuangan kami selama 7 tahun membuahkan hasil yang sangat kami tunggu tunggu selama ini.


Bayi GIVF #1, Ferdi Rahardian Al Farizi

Dear Dr. Dodi dan team dokter klinik bayi tabung  IVF  Gladiool.. Alhamdulillah hari rabu malam tanggal 21 Agustus 2013 pukul 23:20 jagoan kami bernama Ferdi Rahardian Al Farizi lahir ke dunia dengan berat 3,6 kg dan panjang 49 cm di salah satu rumah sakit di Jakarta pusat. Saya sangat terharu dengan kejadian ini mengingat perjuangan kami selama 7 tahun membuahkan hasil yang sangat kami tunggu tunggu selama ini.

Bpk Ibu Supri Siti Humaeroh

Puji syukur berkali kali kami ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan anugerah terindah ini karena atas izinNya lah Ferdi bisa lahir ke dunia ini. Kemudian kami juga mengucapkan terima kasih sedalam dalamnya kepada team dokter klinik bayi tabung Gladiool (Dr.Dodi, Dr.Dicky dan Dr.Yuda) beserta suster susternya yang sangat ramah kepada kami dan juga selalu memperhatikan keadaan kondisi bayi kami selama dalam masa kehamilan. Bayi yang saya kandung selama 37 minggu akhirnya dengan lancar melalui operasi caesar lahir ke dunia ini. Bayi pun lahir dengan sehat tidak kurang suatu apa pun.

Kami berharap semoga bayi yang merupakan hasil dari teknologi bayi tabung secara natural dari gladiool ini menjadi anak yang soleh, bisa menjadi berkah dan karunia buat agama, keluarga, masyarakat maupun nusa dan bangsa. Semoga pengalaman saya ini bisa menjadi inspirasi ibu ibu lain yang kebetulan sedang berjuang, agar tidak mudah menyerah, pantang putus asa, terus ikhtiar dan perbanyak amal karena hanya atas izinNya lah melalui dokter menjadikan harapan kita akan datangnya keajaiban itu muncul di hadapan kita. Bagi yang ingin sharing atau berbagi pengalaman dapat kontak via BBM atau email dolisd@yahoo.com Terima kasih sekali lagi saya ucapkan kepada dokter Dodi, suster Meri dan team dokter klinik bayi tabung gladiool  IVF sampaikan salam saya dan suami kepada semuanya yah dok semoga teknologi bayi tabung yang klinik IVF gladiool terapkan bisa berguna untuk orang banyak terutama orang tua yang sangat mendambakan punya momongan.

Salam,

Siti humaeroh dan Suami


Mengharapkan kehamilan

Bila anda telah menikah  lebih dari 1 tahun, berhubungan teratur  tanpa kontrasepsi dan masih belum membuahkan kehamilan, maka  anda dan pasangan anda disebut juga infertil (tidak subur).   Sebagian besar kasus infertilitas dapat ditemukan penyebabnya,   dan dengan pengobatan atau tindakan medis sederhana dapat membuahkan hasil. Namun dalam beberapa kasus memerlukan pemeriksaan dan terapi yang mendalam bahkan memerlukan bantuan tekonologi reproduksi seperti inseminasi atau bayi tabung.

Penanganan terapi pada umumnya adalah dengan cara memeriksa faktor-faktor penyebab infertilitas, dan menanganinya.

Ada 5 faktor utama penyebab infertilitas, yaitu :

  1. Faktor sperma (suami)
  2. Faktor tuba
  3. Faktor rahim dan peritoneal
  4. Faktor indung telur dan  ovulasi
  5. Faktor hormonal

Selain 5 faktor utama tersebut masih ada beberapa lagi diantaranya adalah faktor imunologis,  dan kombinasi faktor-faktor yang ada.

Meskipun sebagian besar dapat ditemukan masalah yang ada, namun tidak sedikit yang masuk dalam kategori ‘tidak dapat dijelaskan’ (unexplained infertility).   Pada kasus seperti ini, pemeriksaan medis dan laboratorium, serta berbagai macam tindakan  medis dapat menghabiskan banyak usaha, biaya, dan waktu.  Tidak sedikit diantaranya  yang gagal setelah mencoba bertahun-tahun . Secara tidak sadar usia semakin bertambah dan kemungkinan untuk hamil semakin kecil.

Menurut pendapat kami, sebagian besar penyebab infertilitas adalah :

‘Sperma dan sel telur tidak pernah bertemu’

Oleh karena itu metode yang paling efektif agar kehamilan terjadi adalah :

Program Bayi Tabung (In Vitro Fertilization/(IVF)

IVF adalah rangkaian tindakan –tindakan di bawah ini:

  1. Mengambil telur matang dari tubuh wanita
  2. Membuahi dengan sperma suami di dalam laboratorium
  3. Menumbuhkan dalam lingkungan yang sesuai
  4. Mengembalikan embryo ke dalam rahim istri

Program bayi tabung seperti kita ketahui membutuhkan lingkungan kerja optimal, alat-alat canggih, obat dan medium yang sesuai, SDM yang ahli, serta protokol yang jitu agar dapat berhasil memenuhi keinginan pasien. Hal ini biasanya akan  membutuhkan biaya yang sangat mahal.

GLADIOOL IVF (GIVF) mempunyai program bayi tabung sedikit berbeda, yang lebih mudah dan lebih terjangkau (Simple and Affordable) namun tetap mengupayakan keberhasilan.  

Dasar protokol GIVF adalah :

  1. Natural cycle
  2. Intra Cytoplasmic Sperm Injection
  3. Transfer embryo/blastocyst tunggal

Silakan menyimak lebih jauh keterangan lain dalam situs ini, dan jangan ragu untuk menanyakan pada kami.  Staff kami siap menjawab segala pertanyaan anda di telpon 0293-367800.


Why Natural IVF?

Natural cycle, atau siklus alami  merupakan salah satu protokol bayi tabung yang sangat simple, safe and affordable.   Sejauh ini GIVF adalah satu-satunya klinik bayi tabung yang mengutamakan pelayanan siklus alami.

Pasangan yang melakukan menjalani siklus natural mendapatkan pelayanan bayi tabung yang sederhana, mudah, tidak menyulitkan, aman dan dengan biaya hampir 25% biaya bayi tabung pada umumnya.

INDIKASI

Siklus natural cocok untuk hampir semua pasangan. Hanya pasien dengan siklus  menstruasi yang tidak teratur atau wanita dengan PCOS akan menghadapi kesulitan untuk menjalani siklus natural oleh karena masalah penentuan ovulasi.  Pada kasus-kasus ini maka diperlukan sedikit tambahan hormon untuk memastikan pematangan folikel dan memastikan penjadwalan deteksi ovulasi.

Pria dengan masalah sperma yang berat, dapat turut serta menjalani program ini, berkat bantuan tindakan yang disebut ICSI (Intracytoplasmic sperm injection).  Namun pria dengan Azoospermia, harus mendapatkan tindakan TESA atau biopsi testikular agar kita bisa mendapatkan paling tidak 1 sperma hidup untuk dapat melakukan ICSI.

PRAKONDISI

Beberapa prakondisi yang harus dimiliki oleh pasangan yang akan menjalani siklus natural adalah sangat mudah.  Hanya diperlukan wanita dengan siklus menstruasi yang normal serta pria dengan sperma hidup, bagaimanapun kualitasnya.

TAHAPAN

Untuk menjalani 1 paket pelayanan bayi tabung pada satu siklus menstruasi, hanya dibutuhkan hanya 4 kali kedatangan. Setiap kali kedatangan hanya membutuhkan waktu sedikit di klinik.  Hal inilah yang membuat program ini menjadi sangat simpel. Pasangan hanya meluangkan waktu sedikit untuk menjalani program IVF ini.

1. Monitoring/deteksi ovulasi. (dilakukan pada hari dan jam kerja poliklinik).

  • wanita dengan siklus yang normal 28 hari, datang pada hari 10 menstruasi
  • siklus 26-27, datang pada hari 8 menstruasi
  • Siklus > 30 hari, datang pada hari 12 menstruasi
  • Pemeriksaan dilakukan di Klinik Obsgyn RSIA Gladiool. (telp. 0293 367200)

Hasil pemeriksaan USG transvaginal menunjukkan ovarium dengan 1 folikel dominan (berisi 1 sel telur)

2. Injeksi pemasakan akhir (ovulation trigger)

  • Untuk dapat memastikan jadwal OPU, maka diperlukan injeksi pemasakan akhir agar kita bisa mendapatkan telur/oocyte matang yang siap panen.
  • Waktu yang tepat adalah krusial karena OPU yang terlalu awal akan mendapatkan oocyte (telur) yang belum matang, sedangkan bila terlambat maka OPU tidak dapat dilakkukan.
  • Waktu injeksi biasanya adalah 30-34 jam sebelum jadwal OPU
  • Injeksi dilakukan di UGD oleh perawat.
  • Bila terjadi lonjakan hormon LH (hasil test ovulasi +) maka akan dijadwalkan OPU rescue atau emergency.

3. Ovum Pick Up (OPU)

  • OPU  dilakukan setiap hari kerja sekitar pukul 14.00-15.00
  • 3 jam sebelum OPU dilakukan, suami diminta untuk menyediakan spermanya agar dapat diproses terlebih dahulu sebelum digunakan untuk membuahi oocyte.
  • Cairan folikel diambil dengan menggunakan jarum suntik melalui vagina dengan panduan alat ultrasonografi, pada umumnya akan didapatkan 1 oocyte dalam 1 folikel, namun dapat juga oocyte ini tidak didapatkan.
  • Tindakan pengambilan 1 buah telur ini  termasuk tindakan yang ringan dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit. Tidak diperlukan pembiusan untuk tindakan ini, karena kami menggunakan jarum berukuran kecil (20G)

4. Embryo transfer

  • Embryo transfer dilakukan bila kita berhasil mengembangkan embryo sampai dengan morula (hari ke 3) atau blastula (hari ke 4-5)
  • ET dilakukan sekitar pukul 14.00-15.00 setiap harinya atau diluar itu sesuai perjanjian.

TINGKAT KEBERHASILAN

  • Angka keberhasilan sebuah klinik bayi tabung sangat bervariasi, hal ini dipengaruhi oleh banyak sekali faktor.  Diantara faktor-faktornya  yang penting adalah 1) kualitas laboratorium. 2) protokol yang digunakan. 3) manajemen pelayanan.
  • Tingkat keberhasilan IVF siklus alami (non stimulasi) lebih rendah dibandingkan IVF stimulasi, oleh karena kita hanya mengandalkan 1 buah oocyte setiap siklus.  Namun demikian pada jangka panjang, keberhasilan untuk tiap pasangan akan dapat berimbang dengan IVF stimulasi  karena pada dasarnya siklus natural memerlukan usaha dan biaya yang jauh lebih sedikit.
  • Pengulangan program dapat setiap bulan (dibandingkan pada IVF stimulasi harus menunggu 2-3 bulan kemudian untuk mengulang program), sehingga keberhasilan per pasangan dan per tahun menjadi cukup tinggi.
  • Tingkat keberhasilan IVF (stimulasi) sangat bergantung dari usia sang istri seperti tabel di bawah ini, dihitung  untuk setiap pengambilan oocyte (OPU). Rujukan*
<35 35-37 38-40 41-42
Pregnancy Rate 47.6 38.9 30.1 20.5
Live Birth Rate 41.4 31.7 22.3 12.6
  • Tingkat keberhasilan IVF siklus natural pada umumnya dibagi berdasarkan setiap tindakan transfer embryo (ET) oleh karena kita hanya mendapatkan 1 telur untuk setiap OPU (dibandingkan pada sekitar 10 pada protokol pada umumnya). Dan ini akan sangat masuk akal  bila penghitungan tingkat keberhasilan siklus natural dihitung tiap embryo transfer (bukan per OPU). Rujukan*
<30 30-34 35-39 40-44
Pregnancy Rate 35.3 51.7 36 27.4
Live Birth Rate 35.3 37.9 28 13.7

KEUNTUNGAN

Terdapat 7 keuntungan dari protokol siklus natural ini, yaitu :

  1. Menurunkan lamanya waktu terapi dan jumlah kunjungan ke klinik. Karena protokol ini  hanya mengambil satu telur, maka waktu yang dibutuhkan untuk persiapan, monitoring dan tindakan lebih singkat. Rata-rata pasien hanya membutuhkan 3-4 kali kunjungan selama terapi.
  2. Hal ini membuat pasangan dapat ‘hidup dan bekerja normal’ saat program berlangsung.
  3. Saat pengambilan telur (OPU), tidak diperlukan pembiusan, sehingga risiko komplikasi, dan biaya anestesi menjadi tidak ada.
  4. Menurunkan risiko efek samping dan komplikasi akibat obat kesuburan (Ovarian Hiperstimulation Syndrome).
  5. Mencegah kehamilan kembar. Karena hanya mengambil satu telur dan mentransfer satu embrio, maka risiko terjadinya kehamilan kembar adalah kurang dari 1 %.
  6. Biaya lebih terjangkau. Biaya berkurang 60% dibanding IVF konvensional.  Pasien dapat berhemat sekitar 20-30 juta rupiah setiap siklus.  Selain itu juga menghilangkan stres dan ketidak nyamanan akibat suntikan yang dilakukan tiap hari.  Menurut survey, biaya total yang diperlukan untuk 1 kehamilan hanya sekitar 25% dibandingkan IVF stimulasi.
  7. Tidak tergantung pada usia pasien, tingkat FSH dan jumlah folikel antral.  Kami mempunyai tujuan untuk mengambil satu telur, membentuk satu embrio yang baik untuk menghasilkan satu bayi sehat.

Keterbatasan

  1. Karena hanya satu folikel, maka saat dilakukan OPU/pengambilan telur,  kita  mungkin tidak mendapatkan telur atau telur yang ada tidak berkembang menjadi embryo yang sehat.
  2. Karena hanya mempunyai satu telur, kami tidak mempunyai embryo ekstra untuk dipilih atau untuk disimpan beku.
  3. Dibutuhkan rata-rata beberapa beberapa siklus lebih banyak untuk menghasilkan kehamilan.
  4. Dibutuhkan sekitar 5 kali OPU untuk mendapatkan 2-3 buah embryo baik guna menghasilkan 1 buah kehamilan.

Layanan Melalui CHAT dilaksanakan pada JAM KERJA 09.00 - 16.00 WIB
//
ADMIN