Kita tetap setia melayani

Kita tetap setia melayani

Cerita sukses program fertilitas di masa pandemi Covid-19.

Tak terasa situasi pandemi yang mengubah kehidupan kita menjadi ‘new normal’ ini telah berlangsung hampir 10 bulan. Meskipun sempat membuat langkah kita tertahan, namun situasi itu tidak menyurutkan niat kita untuk terus melakukan usaha yang sebaik-baiknya. Situasi pandemi global ini membuat Gladiool IVF menyikapinya dengan membenahi berbagai protokol guna menghindarkan risiko penularan infeksi, baik kepada pasien maupun staf medis kami. Kami bertekad untuk tidak berhenti berjuang bersama para pasangan untuk menciptakan keajaiban kecil.

Berikut adalah beberapa cerita pasangan yang telah merasakan manisnya hasil perjuangan mereka :

  1. Ny. I & Tn. S
    • Pasangan ini adalah kehamilan pertama di awal era pandemi sekitar 9 bulan yang lalu. Mereka mengalami infertilitas 7 tahun setelah menjalani 2 kali kehamilan ektopik.
    • Program IVF yang mereka ikuti adalah protokol stimulasi minimal (kombinasi), dan mendapatkan 4 oosit. Dengan fertilisasi konvensional, didapatkan 3 embryo.
    • Transfer embryo yang pertama belum menghasilkan kehamilan, dan pada transfer dengan menggunakan embrio beku (frozen embryo) menghasilkan kehamilan dengan bHCG 713,2 (H12 post FET). Pada saat ini mereka sedang menantikan hari-hari persalinan.

2. Ny. En & Tn M

  • Infertilitas 9 tahun, dengan masalah tuba. Setelah penanganan operasi dengan laparoskopi, pasien mengikuti program IVF dengan stimulasi minimal (kombinasi) dan menghasilkan 4 oosit.
  • Fertilisasi secara konvensional menghasilkan 2 embryo layak transfer. Dilakukan transfer 2 embryo fresh, menghasilkan bHCG 382 (H12 post ET). Kehamilan sekarang menginjak bulan ke 3.

 

3. Ny. Di & Tn PS

  • Pasangan ini mengalami infertilitas selama 5 tahun, dan telah melakukan berbagai macam terapi untuk mewujudkan buah hati.
  • Saat mengikuti program di GIVF, didapatkan dari hasil pemeriksaan bahwa masih ada kesempatan terapi dengan inseminasi intra uterin (IUI).
  • Oleh karena itu dilakukan inseminasi intrauterin dengan indikasi male factor (AT), dengan stimulasi kombinasi membuahkan hasil yang manis. (bHCG 213, H12 post IUI)

4. Ny. Hn & Tn Di

  • Mengalami infertilitas selama 3 tahun. Dari pemeriksaan didapatkan polip endometrium.
  • Setelah mendapatkan terapi kuretase, pasien menjalani program inseminasi intra uterin (IUI) dengan stimulasi ovarium kombinasi (tablet dan injeksi hormon).
  • Pasien berhasil hamil dengan bHCG 928, dan hasil pemeriksaan USG menunjukkan kehamilan multipel (kembar 3/triplet)
Hasil USG menunjukkan kehamilan triplet
Hasil USG 3 dimensi

5. Ny. Y & Tn. A

  • Pasangan ini telah berjuang dengan mengikuti program IVF di GIVF sebanyak dua kali dengan indikasi kedua tuba non paten.
  • Pada kesempatan pertama dilakukan IVF dengan protokol kombinasi, namun belum membuahkan hasil.
  • Pada kesempatan kedua, dilakukan program dengan protokol antagonis (total FSH 900 IU) yang didapatkan 6 oosit dan dilakukan transfer embryo.
  • Saat ini pasien menjalani kehamilan dengan bayi tunggal.
video embryo transfer

Segenap tim Gladiool ikut bersuka cita atas keberhasilan ini. Masih banyak cerita menarik lain yang belum sempat kita tayangkan.

Bagi para pasangan yang belum beruntung, tetaplah semangat dan marilah kita mengusahakan yang terbaik selagi masih ada kesempatan.

Salam,
Gladiool IVF
the most simple and affordable IVF in Indonesia

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.